• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

Potret Bencana Dipenghujung Akhir Tahun

 on Tuesday, December 30, 2014  

Pengakhiran Tahun 2014, musibah terus terjadi di Indonesia. Dari mulai bencana alam hingga bencana yang disebabkan ulah manusia terus menguji kesabaran warga Indonesia. Longsor Bojonegoro, Banjir di Aceh, Bandung Selatan sampai Pesawat Air Asia Indonesia yang beberapa waktu lalu hilang kontak saat penerbangan dari Surabaya menuju Singapura menjadi potret musibah penutupan akhir tahun. 

Belasan orang tewas, puluhan orang hilang, hingga ratusan orang luka-luka dalam musibah longsor di Bojonegoro. Satu orang meninggal dalam musibah Banjir di Aceh. Ribuan orang memenuhi pengungsian di tiga Kecamatan Kabupaten Bandung dalam musibah banjir di Bandung Selatan dan 155 penumpang Air Asia Indonesia hilang, yang terdiri atas 138 orang dewasa, 16 anak, dan 1 bayi, serta 2 pilot, 4 awak kabin, dan 1 teknisi. 

Musibah ini menjadi cabuk banyak orang, musibah longsor Bojonegoro, Banjir Aceh dan Pesawar Air Asia Indonesia yang hilang merupakan musibah yang tak dapat diprediksi. Beda lagi dengan bencana banjir yang terjadi di Bandung Selatan, musibah tersebut terprediksi. Curah hujan besar, Citarum meluap pasti saja terjadi banjir di Bandung selatan. 
 
Banjir menggenangi tiga kecamatan diantaranya, Kecamatan Bojong Soang, Beleendah dan Dayeuh Kolot. Banyak warga yang terisolasi dan harus mengungsi karena kondoisi rumah yang mereka huni tergenangi oleh luapan air Sungai Citarum dengan ketinggian air rata-rata 2,5 meter. 

Bencana Banjir di Bandung Selatan mejadi banyak perhatian, Donatur luarnegeri, media-media di Indonesia, Intansi pemerintahan turut memberikan sumbangan berbagai kebutuhan dari mulai sembako hingga pakaian yang dibutuhkan para korban banjir.

Musibah banjir ini juga menjadi perhatian banyak orang, Gubernur, Menag, hingga Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi meninjau lokasi dan memberikan bantuan kepada korban banjir. 

Duka Indonesia di penguhujung tahun. Menjadi renungan, sesungguhnya musibah dan bencana kembali kepada manusia, mungkin kita telah lalai dalam menjalankan tugas sebagai mahluk tuhan yang diberi amanah dalm menjaga bumi tercinta ini.

Seperti Quotes yang dikatakan Dedi Mulyadi "Panjang tong diteukteuk, pondok tong disambung" (panjang jangan digunting, pendek jangan disambung".

Quotes tersebut memiliki arti, jagalah bumi kita. Biarkan pohon tumbuh di hutan dan jangan ditebang, jagalah kebersihan demi kesehatan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Jagalah Sungai Citarum, jagalah kebersihannya.

Tak ada Relevansi

Pemerintah sekuat tenangga melaksanakan pembangunan di Indonesia. Baik pembangunan infrastuktur nasional, provinsi hingga daerah. Hal tersebut silakukan demi memajukan perekonomian warganya. 

Kenerlangsungan tersebut selalu berbanding terbalik jika bumi ini marah, Bencana longsor, Banjir, Angin Puting Beliung merupakan musibah yang sering terjadi di Indonesia.

Berbicara relevansi, pemerintah terus melaksanakan pembangunan demi memajukan warganya, akan tetapi saat bencana terjadi masyarakat selalu menyalahkan pemerintah.

Padahal bencana tersebut seyoginya terjadi karena perbuatan manusia yang tak bertanggung jawab, Pemerintah terus melakukan pengerukan sungai. Tapi, masyarakatnya tidak bisa menjaga sungai.
Penggundulan hutan, membuang sampah ke sungai sampai terjadi pendangkalan sungai ketika musim hujan tiba banjir selalu terjadi.

Tak jarang, anggota DPRD, sampai Bupati/Wali Kota selalu disalahkan, dalih pemimpin gagagal, padahal masyarakatnya ngeyel itulah kenyataan yang terjadi saat ini.

Tidak hanya itu, musibah telah terjadi. Masyarakat dihimbau untuk pindah ke pengungsian, tapi ada saja yang ngeyel dan tak mengundahkan hibauan tersebut.

Petugas BPBD, hingga PMI yang melakukan evakuasi memeng bekerja sesuai tugasnya. Ada warga yang mendapatkan bantuan dan ada juga warga yang tak mendapatkan bantuan. Mereka yang mendapatkan bantuan turut nerterimakasih kepada pemerintah atas perhatiannya dan mereka yang tak mendapatkan bantuan pasti menyalahkan pemerintah.

Bukan itu yang terjadi, mereka yang dievakuasi telah tercatat. Wajar saja jika ada warga yang tak mendapatkan bantuan karena memaksakan diri untuk tetap tinggal dirumahnya.

Pertanyaan saya, bencana terjadi karena ulah manusia, tapi mengapa pemerintah yang menjadi sasaran. Apalagi yang tak dapat dimengerti masyarakat selalu menyalahkan pribadi pemerintahnya. Menyalahkan Bupati, menyalahkan Wali Kota bahkan Presiden. 


Pesan untuk Indonesia
Warga Indonesia yang baik, sungguh kau manusia yang berpendidikan tinggi. Dan mengerti masalah apa yang saat ini terjadi.

Permasalahan terjadi bencana alam! Mungkin kita tau rencana apa yang harus pertama kita lakukan. Tidak membuang sampah kesungai dan menjaga ekosistem hutan merupakan langkah awal dalam mengatasi bencana.

Terimakasih untuk yang membaca, ingat jangan salahkan mereka yang duduk di kursi pemerintahan. Kita harus bersinergi dalam menjaga NKRI

Potret Bencana Dipenghujung Akhir Tahun 4.5 5 Wisma Putra Tile Tuesday, December 30, 2014 Pengakhiran Tahun 2014, musibah terus terjadi di Indonesia. Dari mulai bencana alam hingga bencana yang disebabkan ulah manusia terus meng...


No comments:

Post a Comment

Wisma Putra. Powered by Blogger.
J-Theme