Panshaiskpradi Asia dilahirkan pada tanggal 01 Oktober 1991 di Bandar Lampung, dari pasangan Aris Suhendar dan Rina. Ia merupakan anak ke dua dari empat bersaudara bernama Dzansheir Rojides Asia, Duthre Gigih Belatama Asia, dan Asyara Nura Asia.Pradi menempuh pendidikan di Tk Bhayangkari Cicalengka pada tahun 1997, lalu melanjutkan sekolah dasarnya di SDN VIII Cicalengka tahun 1997-2003 Pradi merupakan murid aktif dan kreatif dikelasnya, dan melanjutkan studinya di SMPN VIII Cicalengka ditahun 2003-2006, setelah lulus Sekolah Menengah Pertama Pradi melanjutkan studinya di SMAN 26 Bandung ditahun 2006-2009, setelah lulus SMA Pradi melanjutkan studinya ke jengjang yang lebih tinggi di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) YAPARI ABA Bandungdi tahun 2009-2010, karna faktor finansial dan Hedonisme yang terjadi diuniversitasnya studynya menjadi berantakan dan hanya bertahan satu tahun di STBA Bandung, ditahun 2010 Pradi melabuhkan Studinya di UIN SGD Bandung Jurusan Madzhab dan Hukum sampai sekarang.
Pradi kecil tumbuh dewasa dengan sendirinya, banyak pengalaman yang Pradi rasakan dalam kehidupan seperti ditertawakan, dicacimaki teman-temannya dan Pernah ditampar oleh guru SD gara-gara menanyakan “mengapa Gurunya datang terlambat kekelas”, perna meminta ijin ke Ibunya pamit berangkat ke Palestina untuk berjihad. denagan sifat kritis dan sifat penasarannya terhadap berbagai hal , dengan percaya dirinya Pradi pernah tidak membayarkan uang semesteran di STBA demi masuk ke UIN SGD.
Seperti yang dikatakannya “Aku bercita-cita yang sangat mulia, biarkan mereka mencerca dan mentertawakan, aku akan tetap berjalan dan mentertawakan mereka kembali”. Semenjak perpindahannya ke UIN SGD sebelum itu Pradi pernah bekerja menjadi berbagai profesi dari i penjaga toko, penjaga warnet, menjadi kurir, menjadi weiters direstoran Jepang, pedagang tas, pedagang makanan olahan, dan akutan diperusahaan milik keluarga.” Hidup ini harus dijalani apa adanya. Kerja keras dan tekun memang harus, namun tidak boleh ngoyo. Nggak usah target-targetan, toh hasil itu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.”kata-kata yang dikatakannya.
Awal perkuliahan di UIN SGD Bandung Pradi mendapatkan warna baru dalam kehidupannya, Pradi lebih nyaman berkuliah di UIN SGD krena kulturnya berbeda dan berbanding 180o dengan STBA yang kehidupan mahasiswanya hegonisdan penuh kegelamoran.
Ditahun 2012 lalu kehidupan Pradi sedikit berantakan karna Ibu dan Ayah bercerai, saat ini Ayah sudah menikah lagi dan tinggal bersama istri barunya di Palu Sulawesi Tenggara dengan membawa adiknya Duthre Gigih Belatama Asia dan Asyara Nura Asia, sedangkan Ibunya tinggal dengan Kaka kandungnya Dzansheir Rojides Asia di Bandung. Dan sejak itu Pradi tinggal ngekos sendiri di Jalan Manisi Kecamatan Cibiru.
Semenjak kejadian itu Pradi pernah mengalami penurunan nilai yang sangat derastis karna banyak pikiran dan kuliahnyapun berantakan sampai-sampai tidak pernaah konsentrasi. Namun Dengan tekad dan kedewasannya Pradi bisa melewati semua cobaan tersebut, semenjak itu kehidupannya kembali dan mengiklaskan semua yang terjadi.
Kecintaannya kepada Presiden Soekarno dan Fanatismenya terhadap sang-Ploklamato samapai-sampai terbawa dalam kehidupannya, Pradi mengatakan “saya suka pada Soekarno dengan caranya berpidato, yang sama persis seperti Hitler mengapa begitu ?? ketika saya mendengar rekaman suaranya hati ini terasa sangat bergetar penuh dengan semangat dan ambisius, untuk revolusi” karna kecintaannya Pradipun sering mengatakan “Soekarno adalah satu-satunya, keduanya adalah saya, dan saya akan melanjutkan pembangunan karakter bangsa yang tertunda”. Karna kepanatikan terhadap Soekarno pemikiran-pemikiran Soekarnopun tumbuh dan berkembang dalam dirinya, Ia berkata “jika Soe Hok Gie masih hidup aku ingin berdebat dengannya” .
Diusianya yang sangat muda diumur 20 tahun kepedulian terhadap keadan social dan keprihatinan terhadap pendidikan zaman sekarang , ia telah mendirikan suatu Komunitas Mahasiswa yang bergerak dalam bidang pendidikan social bagi anak-anak dan dinamakan Rumah Kita. Lahirnya kominitas ini sebagai kepedulian terhadap insan manusia sesuai dengan amanat UUD 1945”turut serta dalammencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara”. Dengan modal tekad dan kepercayaan diri ia berhasil mendirikan Rumah Kita, tanpa memakai modal atau uang untuk mendirikannya hanya bermodalkan keberanian dan keyakinan, Pradi bisa menjadikan administrasi bukan sebagai halangan.
Pradi mengatakan “Awal ide saya mendirikan Rumah Kita, ketika saya sedang makan dirumahmakan yang ada dipinggir Jln. AH Nasution banyak anak kecil yang berkeliaran dimalam hari untuk mencari sesuap nasi dan meminta-minta tanpa memikirkan pendidikan dan hanya memikirkan sekarang dan besok harus makan. Sejak itu 1 minggu dari kejadian saya mulai mengevaluasi diri sendiri sebagai mahasiswa yang peduli terhadap keadaan Sosial Negara ini. Kalau Mengaca lagi kepada Birokrat-birokrat bangsa ini, ternyata pemerintah itu harus bekerjasama lagi dengan masyarakat.
Keberhasilan dalam mendirikan suatu Komunitas Rumah Kita Pradi mengatakan “keberhasilan ini bukan semata-mata usaha sendiri akan tetapi masih ada Allah Swt dan teman-teman Mahasiswa yang rela untuk menjadi relawan Rumah Kita” dan tujuan saya dan teman-teman mendirikan rumah kita untuk mendidik agar mengetahui dan mengerti batasan-batasan dalam hal yang baik, juga mendidik mereka supaya mereka berani dan cerdas supaya belajar keritis.
Selain menjadi Pendiri dan menjabat sebagai pimpinan Umum di Rumah Kita, Pradi juga menjabat sebagai Litbang di LPM SUAKA UIN SGD Bandung yang telah menjabat selama 1,5 tahun.
Pradi dimata teman-temannya adalah tipe Orang yang sangat ambisius, dan jika dia mempunyai gagasan baru harus tercapai meskipun bertentangan dengan pemikiran orang lain.
Seperti yang dikatakan Norman salah satu sahabat karib dan teman seperjuangan Pradi mengatakan “Kehidupannya atas dasar keyakinan, konsep hidupnya lain dari yang lain. Lebih banyak menconba sesuatu hal yang beda dengan yang lain, dan tidak takut dengan kegagalan meskipun jauh dari keberhasilan”.
Pradi mengatakan “kampus UIN seperti ITB tahun 1965, mahasiswanya aktif dan penuh kegiatan diorganisasi UKM/komunitaslainnya. Kampuus yang penuh Korup yang kedepannya akan menjadi lebih baik” dan itulah alasan mengapa Pradi lebih memilih berkuliah di UINSGD. Sebagai Civitas Kampus UIN SGD Bandung Pradi berharap agar Birokrat-birokrat UIN SGD Bandung bisa Mempermudah bagi mahasiswa untuk mendapatkan akses dan pendidikan yang menunjang perkuliahan baik sarana maupun prasarana, khususnya dalam pelaksanaan TRIDARMA Perguruan Tinggi.
Visi dan Misi hidupnya adlah mengenal tuhan dan mejalani segala suratan takdir yang telah tertulis dihaul mahfud. Panshaiskpradi Asia telah membuktikan bahwa kemajuan datang dari diri sendiri dan bukan atas paksaan orang lain dan ia menjadikanah cercaan,hinaan dan tertawaan sebagai motivasi hidup umyuk lebih maju. Kepedulian social dan keinginan untuk mengikuti jejak sang Ploklamator menjadi motto hidupnya sebagai pemimpin . ia berkata “kita semua sama cerdasya, hanya saja aku lebih berani dan maju dua langkah” dan juga ia berpesan bahwa “perubahan itu bersifat eksperimental”dan tidak secepat yang dibayangkan.
No comments:
Post a Comment