LINIBERITA- Kerbatasan tempat dan Infrastuktur untuk belajar bukan menjadi halangan bagi para anak-anak jalanan yang berada di Jl,Cihampelas Bandung tepat dibawah Flyover Pasupati.
Pesantren Kolong Nurul Hayat yang didirikan oleh Rifqi Basyarahil sejak dua tahun kebelakang merupakan wadah atau tempat kumpulan anak jalanan bermukim,sekaligus belajar dan bermain.
Ada sekitar duapuluhan anak jalanan putus sekolah karena himpitan Ekonomi dan tak sedikit dari mereka merupakan anak-anak homeles sehingga mereka memilih tinggal di Pesantren Kolong Nurul Hayat.
Rifqi Basyarahil, pengagas Pesantren Kolong Nurul Hayat, berharap anak-anak asuhnya dibawah Flyover Pasupati yang notabene muslim tersebut tidak buta aqidah, ibadah dan al-Quran, serta tidak buta bembaca, menulis dan berhitung. “meski anggotanya sedikit tapi saya menginginkan mereka menjadi orang yangberkwalitas” ujarnya (20/11).
Persoalan Sosial dinegara ini seperti benang kusut, menyoroti permasalah anak jalanan bukan hal tabu lagi dinegara ini Hampir sebagian besar anak-anak homeles tinggal di Pesantren ini, dengan berorientasi untuk meningkatkan Aqidah,keyakinan terhadap ketuhanan dan tertancap keimanan pada diri mereka.
Bukan hal mudah untuk Rifqi medirikan Pesantren ini dan merangkul mereka “pelan-pelan saya membawa mereka kejalan yang lebih baik” dengan memberi pembelajaran ilmu pengetahuan dan ilmu keislaman kepada mereka Rifki berharap kehidupannya berguna didunia dan diakhirat nanti.
Harapan serupa datang dari seorang relawan Pesantren Kolong Nurul Hayat, yang mengatasnamakan KAQI (Kajian Qur’ani) “Kami akan selalu senantiasa merangkul dan menjadi kaka yang baik bagi mereka mereka“ pungkas Totoh salah seorang Relawan dari KAQI (20/11).
(Wisma, Bandung)
No comments:
Post a Comment