• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

Tapak Syiar Islam Sunan Gunung Djati

 on Monday, May 27, 2013  

Tapak Syiar Islam Sunan Gunung Djati


Sunan Gunung Djati adalah salah satu dari sembilan orang penyebar agama Islam terkenal di Pulau Jawa. Atau  yang lebih dikenal sebagai salah satu dari Wali Sanga. Kehidupannya selain sebagai pemimpin spiritual, sufi, mubaligh dan dai pada jamannya. Juga sebagai pemimpin rakyat karena beliau menjadi raja di Kasultanan Cirebon, bahkan sebagai sultan pertama Kasultanan Cirebon yang semula bernama Keraton Pakungwati.

Terlahir dari pasangan Ratu Nyimas dan Sultan Mesir bernama Syekh Abdullah. Sunan Gunung Djati dilahirkan di kota Makkah pada tahun 1450 M. Syarif Hidayatullah nama lain dari Sunan Gunung Djati merupakan anggota keluarga dari kerajaan Padjajaran yang dipimpin oleh Sultan Prabu Siliwangi. Ibunya Ratu Nyimas Larasantang merupakan putri kandung dari Prabu Siliwangi yang menikahi Ratu Nyimas Purbalarang yang merupakan santri Syekh Gunung Djati.


Ketika usianya menginjak 25 tahun, Syarif Hidayattulah berencana diangkat menjadi Sultan di Kerajaan Mesir oleh Ayahnya Syekh Abdullah. Akan tetapi Syarif Hidayattulah menolaknya dan ia lebih tertarik untuk tabligh Ke Jawa Barat khususnya Cirebon. Berbekal tekad kuat untuk bertabligh di Cirebon, Syarif Hidayattulah memohon izin meninggalkan kerajaan yang disusul oleh ibunya Ratu Nyimas.

Kedatangan Sunan Gunung Djati di kota Cirebon, tepatnya di kampung Caruban Lawang, disambut laksana Raja oleh masyarakat setempat dan oleh Uwanya Pangeran Walangsungsang. 

                  Setelah beberapa lama ia berkiprah dalam menyebarkan syiar islam di tanah jawa, akhirnya ia tak sendiri lagi dalam perjuangannya menyebarkan agama islam. Ia ditemani sahabat-sahabatnya yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa tengah, merekalah  yang dikenal sebagai walisongo (wali sembilan) yang berarti orang penyebar agama Islam di tanah Jawa. Para wali berkumpul dan bermusyawarah untuk mengembangkan Islam di tanah Jawa umumnya di Nusantara.

Sebagai satu dari ke sembilan wali, Sunan Gunung Djati dikenal sebagai ulama satu-satunya yang menyebarkan agama islam di Jawa Barat. Pendekatan kepada raja-raja merupakan salah satu kunci utama dakwah yang digunakannya. Karena pada zaman itu, banyak terdapat kerjaan-kerajaan kecil yang masih beragama Hindu Budha.


              Alhasil, kerja keras serta perjuangannya pun tidak sia-sia. Di usianya yang masih terbilang muda, ia mampu merubah kebiasaan masyarakat yang berbenturan dengan norma agama islam, dan syiar islamnya pun akhirnya sampai dan bisa diterima masyarakat banyak. 

Dikatakan Ading Kusdiana Ketua Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN SGD Bandung, penyebaran    syiar Islam di Jawa Barat bagaimanapun juga tidak bisa dipisahkan dan dilepaskan dari peranan Sunan Gunung Djati atau Syarif Hidayatullah. Melalui tangan Syaraif Hidayatullahlah syiar  Islam tersebar di Tanah Jawa Khususnya wilayah pedalaman Jawa Barat contohnya daerah Kuningan, Majalengka, Garut dll.

Sunan Gunung Djati memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Pajajaran untuk menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan. Melalui  Pesantren Cita Rasa atau Pesantren Pesanggahanlah Syarif Hidayatullah mulai  menyebarkan syiar agama Islamnya,” ujar Ading yang ditemui diruangannya (06/05).


Selain menyebarkan syiar Islam, saat kedatangannya di kota Cirebon, Sunan Gunung Djati pun berhasil membuat sebuah rumah yang dinamai Penata Agama Pesambangan (islamic center). Tak lama setelah itu, Sunan Gunung Djati kembali membangun sebuah Keraton ditengah-tengah kota Cirebon bernama Keraton Pakung Wati, yang diambil  dari nama Istrinya Ratu Nyi Pakung Wati, yang sekarang disebut Keraton Kasepuhan.


“Dalam berdakwahnya, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah”  tambah Ading.


                  Sekitar  tahun 1570, Sunan Gunung Djati berpulang menghadap pada sang pencipta, ia tutup usia saat ia berumur 120 tahun, akibat sakit di usia senja nya. Diiringi dengan tangis anak cucu dan murid-muridnya, Sunan Gunung Djati dikebumikan dipemakaman Gunung Sembung sebelah utara kota Cirebon Desa Astana, Kecamatan Gunung Djati, Kabupaten Cirebon yang berjarak 5 KM dari jalan raya Cirebon-Indramayu. Sesuai dengan wasiatnya, ia dimakamakan berdampingan dengan Ratu Nyimas Rarasantang dan Pangeran Walasungsang. Dan konon, ia meninggal dengan memperlihatkan senyuman yang tenang.
Hingga saat ini, tempat peristirahatan Sunan Gunung Djati tersebut  menjadi salah satu cagar budaya bersejarah di Kota Cirebon, yang dibagi ke dalam dua komplek pemakaman yaitu kesepuhan dan Kanoman. Tidak sedikit, wisatawan lokal dan mancanegara datang untuk  menziarahi makam Sunan Gunung Djati.
Dan selain itu, nama Sunan Gunung Djati beserta gelar dan panggilannya kini di abadikan sebagai nama Perguruan Tinggi Islam yang berada di wilayah barat pulau Jawa. Seperti UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan IAIN Syekh Datuk Khafi Cirebon.

 Hingga hal tersebut menuai komentar dari Ading Kusdiana, ia mengatakan bahwa nama-nama tersebut hanya merupakan sebuah penghormatan saja kepada orang yang telah berjasa dalam meebarkan syiar Islam.


“Sebetulnya Nama-nama tersebut hanyalah Untuk mengabadikan orang-orang  yang memiliki peran  didalam upaya menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa khususnya di Jawa Barat dan juga tidak melupakan jasa-jasa para penyebar Islam terdahulunya sehingga masyarakat mengakui keberadaan Sunan Gunung Djati dan namanya akan tetap harum sampai di kenal oleh anak cucu dan turunannya kelak dimasa mendatang” pungkasnya.[]Wisma, Norman/Suaka.
·         Penulis : Wisma Putra
·         Redaktur : Resita




Tapak Syiar Islam Sunan Gunung Djati 4.5 5 Wisma Putra Tile Monday, May 27, 2013 Tapak Syiar Islam Sunan Gunung Djati S unan Gunung Djati adalah salah satu dari sembilan orang penyebar agama Islam terkenal di Pulau Jawa. ...


No comments:

Post a Comment

Wisma Putra. Powered by Blogger.
J-Theme