• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

Lantunan Gamelan Pusaka Keraton Yogyakarta

 on Thursday, May 1, 2014  






Gamelan YogyakartaLINIBERITA – Sebelum acara Sekaten mengawali Maulid Nabi Muhammad SAW, Kraton Yogyakarta  membunyikan dua buah gamelan pusaka yakni Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogo Wilogo. Dibunyikan dua buah gamelan tersebut merupakan tradisi dan cara para Walisongo terutama Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Saat ini, gamelan tersebut ditempatkan di Bangsal Pagongan di depan halaman Masjid Besar Kauman. Dua buah gamelan itu selama satu minggu, setiap hari mulai pagi hingga malam hari ditabuh oleh para abdi dalem.

Pada saat gamelan keluar dikenal dengan sebuatan Miyos Gangsa, yakni pertanda keluarnya kedua buah gamelan dari Kraton Yogyakarta menuju Masjid Besar Kauman. Sebelum Miyos Gangsa, dilakukan prosesi Nyebar Udhik-udhik atau uang logam recehan, beras kuning dan bunga setaman oleh utusan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Ponconiti Kraton dan di Bangsal Pagongan.

Tradisi nyebar udhik-udhik sebagai simbolisasi pemberian sedekah seorang raja kepada rakyatnya. Selasa (14/1) hingga minggu  gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogo Wilogo dibunyikan secara bergantian.

Saat gamelan dibunyikan banyak warga masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya untuk mendengarkannya. Kedua gamelan akan berhenti atau beristirahat saat salat dhuhur, asar, maghrib dan isya. Di sela-sela acara tersebut di Masjid Besar Kauman pada malam hari juga digelar pengajian sebagai sarana syiar Islam.

Di sekitar halaman masjid Besar Kauman saat ini juga banyak warga sekitar yang menjual nasi gurih lengkap ingkung ayam dan lauk pauk serta daun sirih dan kinang.  Tarto (35) warga Sedayu Bantul mengatakan  “Terdengar lantunan dari kedua gamelan dibunyikan di kompleks masjid,  masyarakat yang sengaja mendengarkan alunan Gambelan tersebut,” selasa (14/1).

Dulu saat gamelan dibunyikan warga yang mendengarkan langsung mengunyah sirih dan kinang sebagai pertanda ajaran atau syiar Islam itu sudah masuk ke sanubari orang yang mendengarkan serta dipercaya akan awet muda. ”Jika gamelan sudah ditabuh, saya dan keluarga selalu datang ke masjid gede untuk mendengarkan. Kami datang setiap siang hari sampai kondur gangsa atau gamelan masuk kembali ke kraton,” tambahnya.


(Wisma/Bandung)

Lantunan Gamelan Pusaka Keraton Yogyakarta 4.5 5 Wisma Putra Tile Thursday, May 1, 2014 http://www.liniberita.com/2014/01/lantunan-gamelan-pusaka-keraton-yogyakarta/#.U2ErWnbiJ5E   LINIBERITA – Sebelum acara Sekaten mengawali M...


No comments:

Post a Comment

Wisma Putra. Powered by Blogger.
J-Theme