• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

KRPL Harus Menjadi Ikon Kabupaten Bandung

 on Tuesday, December 30, 2014  


Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan salah satu bentuk kelembagaan petani yang anggotanya terdiri dari para ibu-ibu yang berkecimbung dalam kegiatan pertanian. As as, Kabid  Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BKPPP) mengatakan,  berbeda dengan kelompok tani yang lainnya, KWT dalam pembinaannya diarahkan untuk mempunyai suatu usaha produktif dalam skala rumah tangga yang memanfaatkan atau mengolah hasil-hasil pertanian maupun perikanan sehingga dapat menambah penghasilan keluarga.
 
Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan program dari BKPPP. Saat ini KRPL di Kabupaten Bandung sudah tersebar di 31 Kecamatan. Dari 280 desa/kelurahan, 140 diantaranya sudah mempunyai KRPL dan membentuk KWT. "Pencapaian yang baik dan sudah produktif, dari 280 desa/kelurahan di Kabupaten Bandung. Hampir setengahnya sudah mengikuti program KRPL," katanya.

Asas berencana, dengan banyaknya KRPL yang tersebar di Kabupaten Bandung. BKPPP akan mempublikasikan program KRPL ini dalam bentuk bilbox, baliho dan dalam bentuk media cetak seperti koran atau majalah. "Jadi saya ingin ketika orang memasuki kawasan KRPL ada baliho bertuliskan "Selamat Datang Anda Sedang Berada di Kawasan Rumah Pangan Lestari" itu yang saya inginkan," ungkapnya. 

Sementara itu, Hj. N Kurnia Dadang M Naser sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bandung mengatakan, dalam pengembangannya pihaknya akan terus mendorong agar program KRPL kepada masyarakat Kabupaten Bandung. “Minimalnya semua desa telah mewakili dan mempunyai 1 KRPL dan KWT,” katanya.

Kurnia mengatakan, awalnya KRPL launching di Pacitan Jawa Timur, dan hanya beberapa kabupaten/ kota yang mengikutinya salah satunya Kabupaten Bandung. KRPL di Kabupaten Bandung saat ini sudah produktif dan cukup masip dalam perkembangannya. “Ya, buktinya dari 280 desa/ kelurahan 140 diantaranya sudah mengikuti program ini dan 31 desa/ kelurahan sudah mewakili berarti kita sudah bis dikatakan produktif,” ujarnya.
Ia berharap KRPL akan menjadi ikon Kabupaten Bandung dan dalam waktu dekat pihaknya akan gencar mensosialisasikan KRPL dalam bentuk iklan. “Ini sudah menjadi bahan pemikiran dinas terkait untuk mengingatkan kita akan pentingnya pemanfaatan ketahanan pangan khususnya dilingkup keluarga dan dikembangkan oleh komunitas desa.”
Seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) "Dayang Sumbi" Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung yang berdiri sejak Tahun 2013, saat ini mulai mengintensifkan KRPL-nya melalui hasil panen. Untuk memenuhi kebutuhan gizi yang baik, para ibu di Desa Cipanjalu mempunyai pekerjaan sampingan selain menjadi ibu rumahtangga.

Saat ini KWT Dayang Sumbi sudah melaksanakan panen raya sebanyak 11 kali pada pertengahan September dan dibuka langsung oleh Hj. N Kurnia Dadang M Naser sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bandung.
Kegiatan pembinan KWT di Kabupaten Bandung memperlihatkan hasil yang nyata. KWT telah menghasilkan produk olahan yang menjadi ciri khas setiap KRPL. Rohaeni, atau yang sering disapa Amih Rohaeni mengatakan, saat ini program KRPL sudah berjalan dengan baik. “Saat ini hasil panen kami sudah tembus ke ritel modern,” katanya.

Selain itu KWT Dayang Sumbi memiliki ciri khas sendiri. Karena lokasi kebun berada di halaman pekarangan rumah sehingga banyak orang yang tertarik karena posisinya ada dijalan utama untuk menuju tempat rekreasi di daerah Kecamatan Cilengkrang. Tak jarang banyak pengendara yang berhenti untuk membeli sayuran segar yang ditanam KWT Dayang Sumbi. “Jadi, jika di Ciwidey pengunjung bisa petik sendiri strawberry, kalau disini bisa petik sendiri cabai, pakcoy, terong dll,” katanya.

Bisnis sayuran di KWT Dayang Sumbi sangat berpotensi besar, pasalnya selain banyak ornag yang melewati jalur ini, jalur ini juga bisa menghubungkan antara Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang dan Kabupaten Sumedang. Selain ini harga sayuran yang dijual para petani wanita di Desa Cipanjalu sangat menjanjikan. “Kami disini menanam sayuran berkwalitas, harganyapun berkwalitas juga. Biar harganya mahal pasti dibeli karena sayuran kami segar.”


Lele Asupan Gizi Hewani

Bedahalnya dengan KWT lainnya. KRPL di Desa Cipanjalu mulai membudidaayakan ikan lele yang bertujuan untuk memenuhi asupan gizi hewani. Melalui pembinaan dan penyuluhan yang terus menerus KWT Dayang Sumbi kini bisa menghasilkan ikan lele.

Ikan lele merupakan jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat ini budidaya ikan lele akan menguntungkan jika dilakaukan secara intensif.

Rohaeni mengatakan, lele yang dibudidayakannya memiliki kwalitas yang baik karena diberi pakan pelet. “Tidak seperti pembudidaya lainnya, lele yang dibudidayakannya diberi makan pelet setiap hari,” katanya.

Selain itu lele yang dibudidayakan bisa dipanen tiga bulan sekali. KWT Dayang Sumbi memilih lele karena mudah dalam penanganan dan pemeliharaannya. “Hanya ddilahan 2x3m, kita bisa membudidaya ikan lele. Teknologi budidaya lele sangat sederhana. Tidak perlu dikolam ikan seperti biasanya, hanya dengan menggunakan terepal dan 4 batang bamboo sebagai penyangga kita bisa membudidayakan lele,” katanya.

Ikan lele yang dibudidayakan KWT Dayang Sumbi sudah dipasarkan ke pasar-pasar tradisonal. “Selain untuk dikonsumsi sendiri, lele yang dibudidayakan dijual untuk menamabah pemasukan,” ungkapnya.

Sementara itu Hj. N Kurnia Dadang M mengatakan, budidaya ikan lele sangat diminati karena perawatannya yang mudah, selain ini ikan lele mempunyai protein yang sangat tinggi dan baik untuk asupan gizi hewani bagi anak. 

“KWT Dayang Sumbi saat ini sudah melengkapi menu makannya bagi keluarga, selain menanam sayuran untuk memberikan asupan gizi nabati kepada anak, asupan gizi hewaninyapun terpenuhi dengan membudidayakan ikan lele,” katanya.

Berdasarkan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) iken lele merupakan sumber makanan yang sangat baik. Dari hasil penelitian lele memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Dallam 500 gram lele dumbo (kira-kira terdiri dari 4 ekor) mengandung 12 gram protein, energi 149 kalori, lemak 8,4 gram dan karbohidrat 6,4 gram.
Keunggulan ikan lele dengan produk hemani lainnya adalah kaya alan lesuin dan lisin. Leusin (C6H13NO2) merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen. Leusin juga berguna untuk perombakan dan protein otot.

Lisin merupakan salahsatu dari 9 asam amino esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaukaan jaringan. Lisin merupakan asam amino yang sangat penting dan sangat dibutuhkan sekali dalam pertumbuhan dan perkngembangan anak. Pasalnya, asam amino ini sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang anak. Membantu penyerapan kalsium dan menjaga keseimbangan dalam tubuh, dan memelihara masa tumbuh anak agar tidak terlalu berlemak. Lisin juga dibutuhkan untuk menghasilkan anti body. Hormone,   eanzim dan pembentukan kologen, disamping perbaikan jaringan. Wisma Putra

KRPL Harus Menjadi Ikon Kabupaten Bandung 4.5 5 Wisma Putra Tile Tuesday, December 30, 2014 Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan salah satu bentuk kelembagaan petani yang anggotanya terdiri dari para ibu-ibu yang berkecimbung dalam ...


No comments:

Post a Comment

Wisma Putra. Powered by Blogger.
J-Theme