• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

Wayang Tavip yang Mendunia

 on Wednesday, December 31, 2014  

TAVIP
Dokumen.net
 
Wayang Tavip merupakan hasil disertasi tugas akhir S2 M. Tavip S. Sn M. Sn di ISI Surakarta, dosen jurusan Teater STISI Bandung ini telah mengenal dunia pewayangan dari tahun 1993. Memiliki cara memainkan yang hampir menyerupai wayang kulit, tapi bentuk kesenian yang awalnya diberi nama Gambar Motekar ini mendapat sentuhan teknologi dan menggunakan pencahayaan layaknya pada pembuatan film. 

Sebagai contoh perbedaan lain, jika wayang kulit hanya tampak berwarna ketika di depan layar maka Wayang Tavip tampil berwarna di balik layar.

Di atas panggung dengan layar putih kosong melompong, dalang Mohamad Tavip memainkan lakonnya. Uniknya tak ada panggung megah, gamelan lengkap dengan alat music Jawa lainnya dan dalang berpakaian adat. Di sana hanya ada layar putih, wayang berbahan plastik dan tiga orang dalang di belakang panggung dengan lantunan music yang telah jadi.

Itulah selintas gambaran dari wayang Tavip buatan dosen teater Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSI) Bandung Mohamad Tavip. "Wayang Tavip merupakan wayang kontemporer yang sedikit luar pakem dari tradisional," ujarnya.

Nama Tavip yang diberikan pada wayangnya berasal dari namanya sendiri yang dinamai oleh ayahnya. Tavip sendiri berarti “vivere pericoloso” adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Itali yang artinya “hidup secara berbahaya”.

Mohamad Tavip lahir tahun 1964, pada saat itu di tahun tersebut bung karno menamakan tahu tersebut sebagai Tahun Vivere Pericoloso yang disingkat menjadi (TAVIP). Kira-kira setahun sebelum terjadi peristiwa G30SPKI.

Wayang ini diciptakan pada tahun 2008 yang dimana awalnya hanya untuk dijadikan sebagai tugas akhir disertasi S2-nya, namun karena kegigihannya Mohamad Tavip akhirnya bersama anggota wayangnya berkeliling mempromosikan ke berbagai daerah dan pentas. Entah di Bandung, Jakarta, Yogyakarta dan daerah Jawa lainnya.

Banyak cobaan dan liku dalam penciptaannya. Mohamad Taviv memaparkan, Dulu tuh teman-temannya di ISI Surakarta yang ingin lulus S2 harus mempunyai uang 50-100 juta untuk memeuhi tugas akhir tersebut untuk beli berbagai macam peralatan, membayar akomondasi dan dosen pembimbing, atas kreativitasnya dia bisa menghemat pengeluaran. “Dengan uang 60 juta tugas saya selesai, itu tuh plus membayar hotel dosen pebimbing,” katanya.

Sampai pada tahun 2010 Mohamad Tavip mulai mempromosikan tugas akhirnya tersebut dipanggung yang ada disamping rumahnya di daerah Cangkring, Perumahan Delima Endah, Jalan TPA, Kecmatan Baleendah Kabupaten Bandung. "Wayang Tavip mulai booming itu pas pementasan Teater Koma yang Sie Jin Kwie. Dari situ banyak orang mulai bicarakan wayang yang terbuat dari limbah plastik," katanya.

Mohamad Tavip mengatakan, “Wayang ini saya ciptakan bukan hanya sebagai tugas akhir saja, tapi sebagai kreasi seni yang mampu dikenal dan bermanfaat bagi masyarakat banyak,’ ungkapnya.

Biasanya, cerita yang dimainkan dalam wayang kulit, golek, atau wayang orang itu mengambil kisah dalam Ramayana atau Mahabharata. Tokoh yang dimainkan setiap dalang pun sesuai dengan kedua kisah epik tersebut. Namun, wayang yang diciptakan Muhammad Tavip ini tidak memainkan lakon-lakon tersebut. Cerita yang disuuguhkan kepada penonton itu berdasarkan kekinian dengan peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat.

"Memang, cerita yang dimainkan dalam wayang ini berubah-ubah seperti dongeng. Dan itu tak lepas dari saya menciptakan wayang ini untuk memberi rangsangan ke anak-anak muda untuk lebih mencintai seni tradisi wayang," katanya.

Wayang yang dibuat dua dimensi ini lebih berwarna. Setiap tokoh yang dibuat itu dengan warna-warni berani. Penggunaan warna itu pun nantinya akan memberikan efek saat tata lampu bercahaya menyinari wayang yang digelar. Sinta Oubong, Si Pitung, Jacky dan Jeni dan Sie Jin Kwie nama-nama cerita yang dibawakan.

Selain cerita yang diciptakan dari inspirasi sendiri, cerita dalam pertunjukan Wayang Tavip bisa diambil dari beberapa novel. “Ya, jadi ketika kita meluncurkan novel baru sedikit gambaran ceritanya bisa diberikan kepada saya nantinya disampaikan dalam pementasan,” katanya.

“Banyak orang yang sangat antusias dengan wayang ini, apalagi ketika pementasan pasti penontonnyaa banyak, yang uniknya lagi penontonya tuh kebanyakan anak muda,” ungkapnya.


Wayang Ramah Lingkungan

Jika disebut higienis, memang sangat higienis dalam pembuatannya. Proses pembuatan Wayang Tavip hanya diperlukan waktu dua hari dan bahan-bahannyaa pun memanfaatkan limbah rumah tangga seperti botol aqua, bungkus kue dan plastic atau bungkus-bungkus makanan yang transparan.

“Dulu tuh saya setelah pulang ngajar di STSI, saya membeli botol-botol aqua dari pemulung sebagai bahan Wayang Tavip,” katanya.

Sementara itu untuk pementasannya menggunakan alat-alat sederhana, sediakan tempat berukuran 2x3m untu panggung, bentangan kain putih dan sorotan lampu halogen sudah bisa melakukan pementasan. selain itu untuk alunan music kita hanya menggunakan music yang telah jadi dalam bentuk cd. “Ya, bisa mulai dari intro atau reff itu gimana selera kita

Dari Wayang Tavip, Mohamad Tavip bisa berkeliling dunia, Germany, Yunani, Spanyol, Vietnam, Korea dan terakhir pada 2013 lalu ke Taiwan.

Dalam pementasan pesan yang disampaikan Wayang Tavip bisa dijadikan inspirasi bagi anak cucu. “Pesan moral dan sosial banyak kami indahkan dalam pementasan,’ katanya. Mohamad Tavip berharap, Wayang ciptaannya bisa menjadi jendela untuk anak muda dalam berkreasi. Wisma Putra


Wayang Tavip yang Mendunia 4.5 5 Wisma Putra Tile Wednesday, December 31, 2014 Dokumen.net   Wayang Tavip merupakan hasil disertasi tugas akhir S2 M. Tavip S. Sn M. Sn di ISI Surakarta, dosen jurusan Tea...


No comments:

Post a Comment

Wisma Putra. Powered by Blogger.
J-Theme